Kehilangan Teman

Warning: mh-, suicide.

Seminggu yang lalu, saya mendapatkan sebuah email dari L yang mengatakan bahwa Z baru saja wafat. Dan yang begitu mengejutkan adalah, Z meninggal dengan cara mengakhiri hidupnya sendiri.

Selama beberapa hari setelah menerima email tersebut (bahkan hingga saat saya menulis ini), saya terdiam dan merasa hampa, tak membayangkan ataupun menyangka bahwa Z akan mengakhiri hidupnya sendiri.

Perkenalan saya dengan Z pertama kali adalah pada tahun 2010. Saat itu hari pertama saya bersekolah di negeri tetangga, Singapura. Sebagai wakil ketua kelas saat itu, ia (dan L, sebagai ketua kelas) mengajak saya untuk keliling sekolah dan mengenalkan seperti apa sekolah baru saya. Dan selama setahun saya berada di Singapura, saya dan Z menjadi cukup dekat. Tak hanya di sekolah, kami pun sering pergi bareng di akhir pekan, entah itu main ke taman, belajar di perpustakaan, makan di hawker, hingga main ke toko buku bekas ataupun toko art supply. Di mata saya, ia adalah ekstrovert tulen: riang, aktif, obrolannya menarik, dan kadang kelakuannya random. Namun hal itulah yang membuat saya yang introvert ini tertarik, bahkan suka kepadanya. Secara prestasi di sekolah, ia termasuk yang terpintar di kelas, namun ia tak terlalu ambisius seperti murid Singapura lainnya. Ia bisa saja mendapatkan beasiswa dan masuk ke universitas terbaik di luar Singapura (bahkan U.S.) dan memilih jurusan sains, namun ia memutuskan untuk tetap di Singapura dan mengambil jurusan arsitek setelah lulus di tahun 2011.

Beberapa tahun setelah kami lulus, saya beberapa kali pulang-pergi Singapura dan bertemu dengannya (dan dengan L juga), sebelum kesibukan masing-masing membuat jarak yang lebar di antara kami berdua. Sebelum pandemi, di awal tahun 2020, ia mengabarkan saya bahwa ia tinggal di Australia dan melanjutkan S2 di sana.

Dan itulah terakhir kali saya mendengar kabarnya, sebelum kabar duka tersebut datang.

Apa yang terjadi dengannya selama lima tahun terakhir, atau bahkan selama ia hidup, tetap dan akan selamanya jadi misteri. Pertemanan saya dengan Z bisa dibilang singkat, namun saya dapat mengatakan bahwa Z adalah salah satu teman terbaik saya. Saya berharap saya sudah menjadi teman atau rekan yang baik selama ia menjalani hidup, dan bukan membuatnya menderita dan menjadi salah satu penyebab ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Untuk Z, semoga kamu beristirahat dalam damai. Terima kasih banyak, untuk segalanya.

#Note