Resolusi di Tahun 2026
Sejak minggu lalu, timeline di sosial media saya penuh dengan orang-orang yang menetapkan resolusi tahun 2026-nya. Ada orang yang ingin membuat jurnal (seperti bullet journal, travel journal, hingga junk journal), ada pula yang ingin belajar bahasa baru. Sebagai orang yang motivasinya naik-turun, rasanya saya tak cocok untuk membuat jurnal, apalagi fokus untuk belajar bahasa baru, walaupun saya sebetulnya ingin.
“Jadi, di tahun 2026 ini tak ingin berubah sama sekali, dan tetap sama seperti tahun sebelumnya?”
Tidak juga. Tetap ada hal yang ingin saya ubah atau setidaknya saya ingin lakukan, walaupun hal tersebut bukanlah hal yang besar atau signifikan.
Berikut hal-hal yang ingin saya lakukan pada tahun ini:
Berhenti total pakai Spotify dan beralih mendengarkan musik dari file mp3, AAC, atau FLAC. Sudah cukup saya pakai platform streaming ini. Saatnya saya kembali mendengarkan semua tracks dalam satu album dari suatu artis, alih-alih mendengarkan satu playlist yang di dalamnya ada banyak tracks dari beberapa artis. Sebetulnya, saya ingin memiliki CD album ataupun Vinyl, namun kamar saya terlalu kecil untuk mengoleksi semua itu (serta melawan prinsip minimalis yang sedang saya lakukan saat ini).
Membeli sebuah music player untuk menyimpan lagu-lagu favorit saya. Saya ingin punya device terpisah untuk mendengarkan lagu, alih-alih menggunakan smartphone.
Menggunakan smartphone seperlunya saja. Tujuan akhirnya adalah hanya menggunakan smartphone dikala benar-benar butuh, dan menghapus aplikasi-aplikasi yang tak lagi penting di sana.
Membaca buku dengan rakus, dengan melahap buku sebanyak mungkin dari berbagai genre. Untungnya di sekitar saya tinggal ada beberapa perpustakaan dengan berbagai macam koleksi yang dapat dipinjam dengan durasi 7-14 hari dan dapat diperpanjang, jadi saya tak harus repot-repot beli buku di toko buku.
Rasanya ini saja.
Apa resolusi 2026 kalian?