<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>100DaysToOffload &amp;mdash; Hiki&#39;s Lifelog</title>
    <link>https://pen.waltuh.cyou/hiki/tag:100DaysToOffload</link>
    <description>This is my life</description>
    <pubDate>Sun, 16 Aug 2026 09:43:10 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>20 Hal yang Membuat Saya Senang</title>
      <link>https://pen.waltuh.cyou/hiki/20-hal-yang-membuat-saya-senang</link>
      <description>&lt;![CDATA[Berikut merupakan 20 hal yang membuat saya senang (setelah saya pikir-pikir):&#xA;&#xA;Dapat makan makanan yang disuka&#xA;&#xA;Entah itu kebab, nasi goreng, sushi, ramen, atau curry, makan makanan yang disuka dapat menenangkan saya.&#xA;&#xA;Stabil secara finansial&#xA;&#xA;Walau saya masih memperjuangkan hal yang satu ini, namun punya tabungan yang cukup untuk bertahan hidup (serta dapat membeli barang kapanpun dibutuhkan), serta tak punya hutang pada siapapun, membuat hati tenang.&#xA;&#xA;Baca novel&#xA;&#xA;Tinggalkan smartphone, dan bacalah novel. Buat saya, baca novel jauh lebih menarik daripada doomscrolling sosial media, karena interaksi antar tokoh di novel banyak yang menarik perhatian, bahkan dapat membuat saya merenung dan mengubah hidup saya sebaagai pembaca.&#xA;&#xA;Keluarga&#xA;&#xA;Keluarga adalah tempat saya kembali setelah lelah beraktivitas, serta selalu menemani dan support saya di kala senang dan susah.&#xA;&#xA;Rumah&#xA;&#xA;Rumah bukan hanya sekedar tembok, atap, dengan furnitur-furniturnya. Rumah adalah tempat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan juga tempat di mana saya bisa menjadi diri saya sendiri sepenuhnya.&#xA;&#xA;Khusyuk dalam beribadah&#xA;&#xA;Bisa khusyuk dalam beribadah, dengan mengesampingkan (atau tanpa memikirkan) hal-hal duniawi dan hanya mengingat Tuhan adalah sebuah kenikmatan.&#xA;&#xA;Mendengarkan lagu&#xA;&#xA;Dapat mendengarkan lagu atau album yang disuka, sesuai dengan suasana hati, sangatlah menyenangkan.&#xA;&#xA;Tidur tanpa set alarm&#xA;&#xA;Adalah sebuah kenikmatan tersendiri bisa tidur tanpa mengatur alarm, jadi bisa tidur selama apa pun yang diinginkan dan bangun kalau memang tubuh betul-betul sudah merasa segar.&#xA;&#xA;Mandi dengan air hangat&#xA;&#xA;Setelah melakukan banyak aktivitas, dengan mandi air hangat rasa lelah tubuh jadi berkurang dan tidur jadi lebih enak.&#xA;&#xA;Menghabiskan waktu sendirian&#xA;&#xA;Saya adalah orang yang suka dengan kesendirian, entah itu nonton ke bioskop sendiri, atau makan di restoran sendirian. Saya malah tak nyaman kalau harus pergi berkelompok.&#xA;&#xA;Suara rintik hujan&#xA;&#xA;Konteksnya di sini adalah saat saya berada di rumah, hujan yang tidak begitu deras (jadi tak perlu khawatir banjir), tanpa suara petir yang menggelegar. Mendengarkan suara hujan, apalagi ditambah dengan membaca novel sambil minum kopi hangat sangatlah nikmat.&#xA;&#xA;Bersepeda&#xA;&#xA;Sedari kecil saya senang bersepeda. Mengayuh pedal dengan kekuatan kaki sendiri, serta menikmati pemandangan sekitar sudah membuat saya senang (walau saya hanya pergi ke minimarket).&#xA;&#xA;Menginap di resort dengan pantai yang cantik&#xA;&#xA;Walaupun saya baru beberapa kali ke resort dengan pemandangan pantainya yang cantik, namun menikmati semua itu saya sangat senang sekali, bahkan saat saya kembali ke rumah sekalipun.&#xA;&#xA;Menyeduh (dan minum) kopi&#xA;&#xA;Tools saya buat kopi di rumah simpel saja: perangkat coffee drip beserta filternya (yang saya beli di Daiso), serta kopi yang saya beli di supermarket. Lalu, kopi saya minum sebelum mengawali hari. Enaknya.&#xA;&#xA;Kamar yang bersih&#xA;&#xA;Siapa yang tak senang dengan kamar yang bersih? Barang-barang tersusun rapih, debu-debu yang menempel dibersihkan, serta kabel-kabel tak lagi terlihat acak-acakan.&#xA;&#xA;Bepergian, sendirian&#xA;&#xA;Berhubungan juga dengan poin ke-10, di poin ini bepergian yang saya maksud adalah melakukan perjalanan jauh, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Saya tak suka bepergian dalam grup. Bepergian sendiri jauh lebih asik buat saya, karena tak ada yang perlu mengatur-atur saya ke mana saya harus pergi.&#xA;&#xA;Punya teman yang dapat menerima saya&#xA;&#xA;Untungnya, saya punya beberapa teman yang dapat menerima saya sepenuhnya, walau saya sudah melakukan banyak hal yang menurut saya tak baik pada mereka. Dan sebagai rasa terima kasih, saya pun sebisa mungkin juga support mereka dan menerima mereka, baik itu di kala senang maupun susah.&#xA;&#xA;Bermain gim&#xA;&#xA;Entah itu main gim di laptop, maupun di NDS, bisa main gim tanpa berpikir kalau apa yang saya lakukan hanyalah buang-buang waktu adalah sebuah kenikmantan.&#xA;&#xA;Mendengarkan radio&#xA;&#xA;Hal yang membuat saya senang saat dengar radio adalah menemukan lagu terbaru dan saya langsung suka, terlebih lagi saat penyiar memberitahukan lagu yang baru saja ia putar, jadi saya bisa cari lagu tersebut (dan bahkan membelinya).&#xA;&#xA;Berolahraga&#xA;&#xA;Berolahraga di sini adalah berolahraga dengan intensitas ringan, paling tidak 15-30 menit. Awalnya memang terasa berat, tetapi sejak membuahkan hasil, seperti jarang merasa lelah saat melakukan kegiatan harian, olahraga jadi terasa menyenangkan. Saat ini, saya melakukan olahraga ringan selama lima hari seminggu, dan dua hari sisanya saya pakai untuk beristirahat.&#xA;&#xA;Sekian, dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.&#xA;&#xA;#Note #100DaysToOffload #D003Y2026]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Berikut merupakan 20 hal yang membuat saya senang (setelah saya pikir-pikir):</p>
<ul><li><strong>Dapat makan makanan yang disuka</strong></li></ul>

<p>Entah itu kebab, nasi goreng, sushi, ramen, atau <em>curry</em>, makan makanan yang disuka dapat menenangkan saya.</p>
<ul><li><strong>Stabil secara finansial</strong></li></ul>

<p>Walau saya masih memperjuangkan hal yang satu ini, namun punya tabungan yang cukup untuk bertahan hidup (serta dapat membeli barang kapanpun dibutuhkan), serta tak punya hutang pada siapapun, membuat hati tenang.</p>
<ul><li><strong>Baca novel</strong></li></ul>

<p>Tinggalkan smartphone, dan bacalah novel. Buat saya, baca novel jauh lebih menarik daripada <em>doomscrolling</em> sosial media, karena interaksi antar tokoh di novel banyak yang menarik perhatian, bahkan dapat membuat saya merenung dan mengubah hidup saya sebaagai pembaca.</p>
<ul><li><strong>Keluarga</strong></li></ul>

<p>Keluarga adalah tempat saya kembali setelah lelah beraktivitas, serta selalu menemani dan support saya di kala senang dan susah.</p>
<ul><li><strong>Rumah</strong></li></ul>

<p>Rumah bukan hanya sekedar tembok, atap, dengan furnitur-furniturnya. Rumah adalah tempat untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan juga tempat di mana saya bisa menjadi diri saya sendiri sepenuhnya.</p>
<ul><li><strong>Khusyuk dalam beribadah</strong></li></ul>

<p>Bisa khusyuk dalam beribadah, dengan mengesampingkan (atau tanpa memikirkan) hal-hal duniawi dan hanya mengingat Tuhan adalah sebuah kenikmatan.</p>
<ul><li><strong>Mendengarkan lagu</strong></li></ul>

<p>Dapat mendengarkan lagu atau album yang disuka, sesuai dengan suasana hati, sangatlah menyenangkan.</p>
<ul><li><strong>Tidur tanpa set alarm</strong></li></ul>

<p>Adalah sebuah kenikmatan tersendiri bisa tidur tanpa mengatur alarm, jadi bisa tidur selama apa pun yang diinginkan dan bangun kalau memang tubuh betul-betul sudah merasa segar.</p>
<ul><li><strong>Mandi dengan air hangat</strong></li></ul>

<p>Setelah melakukan banyak aktivitas, dengan mandi air hangat rasa lelah tubuh jadi berkurang dan tidur jadi lebih enak.</p>
<ul><li><strong>Menghabiskan waktu sendirian</strong></li></ul>

<p>Saya adalah orang yang suka dengan kesendirian, entah itu nonton ke bioskop sendiri, atau makan di restoran sendirian. Saya malah tak nyaman kalau harus pergi berkelompok.</p>
<ul><li><strong>Suara rintik hujan</strong></li></ul>

<p>Konteksnya di sini adalah saat saya berada di rumah, hujan yang tidak begitu deras (jadi tak perlu khawatir banjir), tanpa suara petir yang menggelegar. Mendengarkan suara hujan, apalagi ditambah dengan membaca novel sambil minum kopi hangat sangatlah nikmat.</p>
<ul><li><strong>Bersepeda</strong></li></ul>

<p>Sedari kecil saya senang bersepeda. Mengayuh pedal dengan kekuatan kaki sendiri, serta menikmati pemandangan sekitar sudah membuat saya senang (walau saya hanya pergi ke minimarket).</p>
<ul><li><strong>Menginap di resort dengan pantai yang cantik</strong></li></ul>

<p>Walaupun saya baru beberapa kali ke resort dengan pemandangan pantainya yang cantik, namun menikmati semua itu saya sangat senang sekali, bahkan saat saya kembali ke rumah sekalipun.</p>
<ul><li><strong>Menyeduh (dan minum) kopi</strong></li></ul>

<p><em>Tools</em> saya buat kopi di rumah simpel saja: perangkat <em>coffee drip</em> beserta filternya (yang saya beli di Daiso), serta kopi yang saya beli di supermarket. Lalu, kopi saya minum sebelum mengawali hari. Enaknya.</p>
<ul><li><strong>Kamar yang bersih</strong></li></ul>

<p>Siapa yang tak senang dengan kamar yang bersih? Barang-barang tersusun rapih, debu-debu yang menempel dibersihkan, serta kabel-kabel tak lagi terlihat acak-acakan.</p>
<ul><li><strong>Bepergian, sendirian</strong></li></ul>

<p>Berhubungan juga dengan poin ke-10, di poin ini bepergian yang saya maksud adalah melakukan perjalanan jauh, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Saya tak suka bepergian dalam grup. Bepergian sendiri jauh lebih asik buat saya, karena tak ada yang perlu mengatur-atur saya ke mana saya harus pergi.</p>
<ul><li><strong>Punya teman yang dapat menerima saya</strong></li></ul>

<p>Untungnya, saya punya beberapa teman yang dapat menerima saya sepenuhnya, walau saya sudah melakukan banyak hal yang menurut saya tak baik pada mereka. Dan sebagai rasa terima kasih, saya pun sebisa mungkin juga support mereka dan menerima mereka, baik itu di kala senang maupun susah.</p>
<ul><li><strong>Bermain gim</strong></li></ul>

<p>Entah itu main gim di laptop, maupun di NDS, bisa main gim tanpa berpikir kalau apa yang saya lakukan hanyalah buang-buang waktu adalah sebuah kenikmantan.</p>
<ul><li><strong>Mendengarkan radio</strong></li></ul>

<p>Hal yang membuat saya senang saat dengar radio adalah menemukan lagu terbaru dan saya langsung suka, terlebih lagi saat penyiar memberitahukan lagu yang baru saja ia putar, jadi saya bisa cari lagu tersebut (dan bahkan membelinya).</p>
<ul><li><strong>Berolahraga</strong></li></ul>

<p>Berolahraga di sini adalah berolahraga dengan intensitas ringan, paling tidak 15-30 menit. Awalnya memang terasa berat, tetapi sejak membuahkan hasil, seperti jarang merasa lelah saat melakukan kegiatan harian, olahraga jadi terasa menyenangkan. Saat ini, saya melakukan olahraga ringan selama lima hari seminggu, dan dua hari sisanya saya pakai untuk beristirahat.</p>

<p>Sekian, dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.</p>

<p><a href="/hiki/tag:Note" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Note</span></a> <a href="/hiki/tag:100DaysToOffload" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">100DaysToOffload</span></a> <a href="/hiki/tag:D003Y2026" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">D003Y2026</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://pen.waltuh.cyou/hiki/20-hal-yang-membuat-saya-senang</guid>
      <pubDate>Mon, 27 Jul 2026 09:23:44 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Weeknotes: 30-2026</title>
      <link>https://pen.waltuh.cyou/hiki/weeknotes-30-2026</link>
      <description>&lt;![CDATA[Minggu ini terasa biasa-biasa saja buat saya. Setelah World Cup berakhir (selamat, Spanyol!), jam tidur saya belum kembali seperti biasanya. Saya baru tertidur pukul 2 atau 3 pagi, bangun sejenak untuk solat subuh di pukul 5-6 pagi, dan baru benar-benar terbangun di pukul 13 atau 14 siang hari. &#xA;&#xA;Di hari Jumat dan Sabtu, saya datang ke kelas Engineering yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Sejauh ini, saya merasa tak paham apa-apa tentang apa yang sudah saya pelajari. Materi yang disampaikan terlalu advanced buat saya yang otaknya pas-pasan ini. Tak ada satupun ilmu yang nyangkut di kepala saya. Saya ragu bisa lulus dari kelas Engineering ini. Jangankan lulus, mid-test yang rencananya diadakan minggu depan pun saya ragu bisa dapat nilai memuaskan.&#xA;&#xA;Saat ini, saya masih melanjutkan baca buku The City and Its Uncertain Walls Karya Haruki Murakami, buku yang saya pinjam di perpustakaan umum. Buku yang cukup tebal, sekitar 430 halaman. Di hari saya tak datang ke kelas Engineering, saya menyempatkan baca buku ini dengan pace 50 halaman per hari. Dan sampai dengan saat ini, saya telah membaca kurang lebih setengah dari isi keseluruhan buku ini.&#xA;&#xA;Selain datang ke kelas serta baca buku, di minggu ini saya menonton beberapa dokumenter dari NHK yang berjudul A Century on Film, salah satu dokumenter yang saya suka dari NHK, bukan karena saya suka dengan sejarah, namun lebih karena saya ingin tahu lebih mendalam mengenai apa yang terjadi seabad yang lalu, terutama pada zaman Perang Dunia kedua, yang menurutku adalah tragedi terbesar dalam sejarah umat manusia. Dan dengan menonton dokumenter ini pula saya berharap para pemimpin dunia tak melakukan hal yang sama atau bahkan lebih parah di masa yang akan datang.&#xA;&#xA;Sekian Weeknotes di minggu ke-30, tahun 2026.&#xA;&#xA;Sampai jumpa di Weeknotes selanjutnya.&#xA;&#xA;#Weeknotes #100DaysToOffload #D002Y2026]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Minggu ini terasa biasa-biasa saja buat saya. Setelah <em>World Cup</em> berakhir (selamat, Spanyol!), jam tidur saya belum kembali seperti biasanya. Saya baru tertidur pukul 2 atau 3 pagi, bangun sejenak untuk solat subuh di pukul 5-6 pagi, dan baru benar-benar terbangun di pukul 13 atau 14 siang hari.</p>

<p>Di hari Jumat dan Sabtu, saya datang ke kelas Engineering yang sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Sejauh ini, saya merasa tak paham apa-apa tentang apa yang sudah saya pelajari. Materi yang disampaikan terlalu <em>advanced</em> buat saya yang otaknya pas-pasan ini. Tak ada satupun ilmu yang nyangkut di kepala saya. Saya ragu bisa lulus dari kelas Engineering ini. Jangankan lulus, <em>mid-test</em> yang rencananya diadakan minggu depan pun saya ragu bisa dapat nilai memuaskan.</p>

<p>Saat ini, saya masih melanjutkan baca buku <em>The City and Its Uncertain Walls</em> Karya Haruki Murakami, buku yang saya pinjam di perpustakaan umum. Buku yang cukup tebal, sekitar 430 halaman. Di hari saya tak datang ke kelas Engineering, saya menyempatkan baca buku ini dengan <em>pace</em> 50 halaman per hari. Dan sampai dengan saat ini, saya telah membaca kurang lebih setengah dari isi keseluruhan buku ini.</p>

<p>Selain datang ke kelas serta baca buku, di minggu ini saya menonton beberapa dokumenter dari NHK yang berjudul <em>A Century on Film</em>, salah satu dokumenter yang saya suka dari NHK, bukan karena saya suka dengan sejarah, namun lebih karena saya ingin tahu lebih mendalam mengenai apa yang terjadi seabad yang lalu, terutama pada zaman Perang Dunia kedua, yang menurutku adalah tragedi terbesar dalam sejarah umat manusia. Dan dengan menonton dokumenter ini pula saya berharap para pemimpin dunia tak melakukan hal yang sama atau bahkan lebih parah di masa yang akan datang.</p>

<p>Sekian <em>Weeknotes</em> di minggu ke-30, tahun 2026.</p>

<p>Sampai jumpa di <em>Weeknotes</em> selanjutnya.</p>

<p><a href="/hiki/tag:Weeknotes" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Weeknotes</span></a> <a href="/hiki/tag:100DaysToOffload" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">100DaysToOffload</span></a> <a href="/hiki/tag:D002Y2026" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">D002Y2026</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://pen.waltuh.cyou/hiki/weeknotes-30-2026</guid>
      <pubDate>Sun, 26 Jul 2026 13:03:51 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>100 Days To Offload: Day One</title>
      <link>https://pen.waltuh.cyou/hiki/100-days-to-offload-day-one</link>
      <description>&lt;![CDATA[Secara tak sengaja (melihat federated timeline di Fedi), saya menemukan seseorang berhasil menyelesaikan 100 Days To Offload challenge-nya di tahun ini, dan share pencapaiannya. Buat yang belum tahu apa 100 Days To Offload challenge, di challenge ini, seorang blogger menantang dirinya sendiri untuk menulis 100 blog post dalam kurun waktu setahun. Saya pertama kali melihat challenge ini saat saya masih menulis blog di write.as beberapa tahun yang lalu, dan baru tahu detailnya saat membaca situs ini di awal minggu ini.&#xA;&#xA;Sebetulnya, challenge ini bisa dikatakan cukup mudah. Anggaplah begini: dalam satu tahun ada 52 minggu. Dengan menulis blog dua kali seminggu saja, sudah bisa menghasilkan setidaknya 104 blog post (jika konsisten dan tak malas).&#xA;&#xA;Dan entah kenapa saya tertarik untuk ikut challenge ini, di tahun 2026 yang kurang dari enam bulan lagi akan berakhir. Kalau dihitung secara kasarnya, untuk menyelesaikan challenge ini di tahun ini, saya harus menulis setidaknya lima tulisan setiap minggunya.&#xA;&#xA;Kemudian, saya berpikir: &#34;Apakah saya bisa menyelesaikannya?&#34;, atau &#34;Apakah saya punya ide tulisan setiap harinya hingga akhir tahun?&#34;&#xA;&#xA;Lalu, saya pun kembali membaca deskripsi dari situs https://100daystooffload.com berikut:&#xA;&#xA;  Posts don&#39;t need to be long-form, deep, meaningful, or even that well written. If there are spelling and grammar mistakes, or even if there&#39;s no real point to the post, so what? What&#39;s important is that you&#39;re writing about the things you want to write about.&#xA;&#xA;  Your posts could be how-to guides, or links to another post you have found interesting. They could include your own thoughts about that post, or a response to it. It could be a simple update about what you have done that day. Tell us about your dog, your cat, your fish tank, or whatever hobbies you have. Someone will find it interesting.&#xA;&#xA;Tak apa menulis pendek, tanpa makna, bahkan jelek sekalipun. Tak perlu menulis sempurna selama 100 hari berturut-turut. Yang penting: Just.Write.&#xA;&#xA;Sampai saat ini, yang terpikir adalah saya akan kembali menulis Week Notes setiap minggunya di akhir pekan, serta empat post lainnya dengan tema sedapatnya saat itu juga, atau dapat di tempat lain, seperti Pinterest atau Revospring.&#xA;&#xA;Melalui tulisan ini, 100 Days To Offload challenge untuk tahun 2026 buat saya pun dimulai.&#xA;&#xA;Berjuang!&#xA;&#xA;#Note #100DaysToOffload #D001Y2026]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Secara tak sengaja (melihat <em>federated timeline</em> di Fedi), saya menemukan seseorang berhasil menyelesaikan <em>100 Days To Offload</em> challenge-nya di tahun ini, dan share pencapaiannya. Buat yang belum tahu apa <em>100 Days To Offload</em> challenge, di challenge ini, seorang blogger menantang dirinya sendiri untuk menulis 100 blog post dalam kurun waktu setahun. Saya pertama kali melihat challenge ini saat saya masih menulis blog di <a href="https://write.as" rel="nofollow">write.as</a> beberapa tahun yang lalu, dan baru tahu detailnya saat membaca <a href="https://100daystooffload.com" rel="nofollow">situs ini</a> di awal minggu ini.</p>

<p>Sebetulnya, challenge ini bisa dikatakan cukup mudah. Anggaplah begini: dalam satu tahun ada 52 minggu. Dengan menulis blog dua kali seminggu saja, sudah bisa menghasilkan setidaknya 104 blog post (jika konsisten dan tak malas).</p>

<p>Dan entah kenapa saya tertarik untuk ikut challenge ini, di tahun 2026 yang kurang dari enam bulan lagi akan berakhir. Kalau dihitung secara kasarnya, untuk menyelesaikan challenge ini di tahun ini, saya harus menulis setidaknya lima tulisan setiap minggunya.</p>

<p>Kemudian, saya berpikir: “Apakah saya bisa menyelesaikannya?”, atau “Apakah saya punya ide tulisan setiap harinya hingga akhir tahun?”</p>

<p>Lalu, saya pun kembali membaca deskripsi dari situs <a href="https://100daystooffload.com" rel="nofollow">https://100daystooffload.com</a> berikut:</p>

<blockquote><p>Posts don&#39;t need to be long-form, deep, meaningful, or even that well written. If there are spelling and grammar mistakes, or even if there&#39;s no real point to the post, so what? What&#39;s important is that you&#39;re writing about the things you want to write about.</p>

<p>Your posts could be how-to guides, or links to another post you have found interesting. They could include your own thoughts about that post, or a response to it. It could be a simple update about what you have done that day. Tell us about your dog, your cat, your fish tank, or whatever hobbies you have. Someone will find it interesting.</p></blockquote>

<p>Tak apa menulis pendek, tanpa makna, bahkan jelek sekalipun. Tak perlu menulis sempurna selama 100 hari berturut-turut. Yang penting: <strong>Just.Write.</strong></p>

<p>Sampai saat ini, yang terpikir adalah saya akan kembali menulis <em>Week Notes</em> setiap minggunya di akhir pekan, serta empat post lainnya dengan tema sedapatnya saat itu juga, atau dapat di tempat lain, seperti <em>Pinterest</em> atau <em>Revospring</em>.</p>

<p>Melalui tulisan ini, <em>100 Days To Offload</em> challenge untuk tahun 2026 buat saya pun dimulai.</p>

<p>Berjuang!</p>

<p><a href="/hiki/tag:Note" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Note</span></a> <a href="/hiki/tag:100DaysToOffload" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">100DaysToOffload</span></a> <a href="/hiki/tag:D001Y2026" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">D001Y2026</span></a></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://pen.waltuh.cyou/hiki/100-days-to-offload-day-one</guid>
      <pubDate>Sat, 25 Jul 2026 16:16:07 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>