Jaringan Sosial dan Psikosomatik
Setiap orang terkadang mengalami rasa sakit yang dialami saat menggunakan sosial media umum ataupun fediverse, khususnya ketika mereka sedang tertekan atau terlalu lama melihat postingan orang lain yang dirasa tidak relevan dan menjijikan bagi yang melihat, disanalah muncul rasa sakit yang terpicu dari siklus stress yang dialami. Muncul rasa sakit hati yang benar-benar sakit (sakit ulu hati), sakit kepala karena kompleks nya kinerja otak ketika menangkap informasi yang sekiranya menjatuhkan, sakit perut dan diare dari dehidrasi ketika melihat sesuatu yang bukan ingin dilihat terlalu lama, dan masih banyak lagi.
Itulah psikosomatik. Aku bukan dokter, tetapi aku penyintas. Dengan kondisi disabilitas yang aku miliki, psikosomatik dari efek samping jaringan sosial memang membuat aku menjadi mudah sakit-sakit dan sering ke Puskesmas. Di sisi lain, aku memang memiliki ADHD dan impulsif, yang dimana itu penyakit lama sejak lahir. Dari sejak kecil, psikosomatik ini sudah lama ada sejak mulai berkembang dan sering menerima trauma dari orang tua karena kinerja otak aku yang lamban dan terkadang liar.
Berbeda dengan anak lain yang menikmati masa kecil dengan bermain di luar, aku lebih sering berada di rumah dan diberikan handphone untuk bermain, Disaat itu aku mulai mengenal benda elektronik. Rasa ingin tahu aku terhadap benda elektronik masih muncul hingga sekarang, bahkan pernah sampai merusak karena rasa ingin tahu yang ada di pribadi aku waktu masih balita.
Masa balita aku yakni masa emas karena pertama kali mengakses dunia internet yang belum banyak dikunjungi orang-orang saat itu, dan aku juga memiliki minat untuk bermain dengan komputer saat itu. Ini masa yang masih jauh dari jaringan sosial seperti Facebook atau Kaskus yang populer saat itu. Masa awal memiliki psikosomatik dimulai ketika aku dididik orang tua secara kasar, bahkan hingga melarang untuk mendekati minat yang justru merusak tujuan mereka mendidik aku, tetapi sejak mereka sudah tau jika aku bukan anak biasa, orang tua aku terkadang mengizinkan untuk bermain dengan hal tersebut.
Masa aku mengenal sosial media atau jaringan sosial ini yakni 2013, ketika semua masih baru masuk, aku saat itu baru mengenal dan belum bermain banyak. 2015 merupakan tahun pertama aku bermain jaringan sosial, dan saat itu masa awal aku mempelajari dunia luar. Waktu itulah yang berawal aku memulai halusinasi yang terkadang membuat misinformasi atau hal aneh lain. Internet saat itu sudah mulai ramai dan aku pun tersesat saat itu.
Halusinasi ini masih ada dan menghantui hingga sekarang, ketika aku membuat asumsi liar atau misinformasi, itu di trigger dari halusinasi yang sudah ada sejak masa lalu. Kurang lebih sudah 11 tahun memiliki hal ini. Aku jadi ingat ketika 4 tahun lalu ketika mengalami psikosomatik hebat dari terkena drama yang menyakitkan bagi aku dan aku saat itu memutuskan menjadi anonim. Saat aku mengenali fediverse, aku rasa aku menemukan dunia yang asing dan terasa sepi saat awal, tetapi sejak mendalaminya, masalah halusinasi tersebut masih ada. Banyak yang bilang jika itu merupakan perilaku yang disadarkan, padahal bagi aku yang lumpuh secara sosial bukan seperti itu, melainkan dari halusinasi yang tidak terkontrol.
Disana pun aku mengalami sakit kepala hebat dan sempai diperiksa di RSUD Welas Asih, tetapi hasil MRI dari otak aku tidak menampilkan kecacatan yang aneh di otak. Berarti aku mengalami disabilitas mental, bukan fisik. Disanalah aku merasa aku harus mengurangi frekuensi. Aku sempat berkutik mengenai kehadiran seseorang dan selalu memaksa, itu berasal dari halusinasi aku yang tidak terkontrol dan aku pun meminta maaf dan ia ingin aku menjadi orang yang lebih baik. Aku tidak bilang kalau aku disabilitas, demi menghindari drama.
Apa ada solusi untuk hal ini? Aku tidak tahu.