Mengapa aku tertarik menjadi VTuber dan aku mendalaminya?
Para VTuber yang populer
Pembukaan
Sebelum aku menceritakan bagaimana aku tertarik pada dunia tersebut dan aku mendalaminya sebagai tersier, berikut ini penjelasan pendek dari Wikipedia.
A VTuber (Japanese: ブイチューバー, Hepburn: BuiChūbā) or virtual YouTuber (バーチャルユーチューバー, bācharu YūChūbā) is an online entertainer who uses a virtual avatar generated using computer graphics. Real-time motion capture software or technology are often—but not always—used to capture movement. The digital trend originated in Japan in the mid-2010s, and has become an international online phenomenon in the 2020s. A majority of VTubers are English- and Japanese-speaking YouTubers or live streamers who use avatar designs. By 2020, there were more than 10,000 active VTubers. Although the term is an allusion to the video platform YouTube, they also use websites such as Niconico, Twitch, Facebook, Twitter, and Bilibili.
Berdasarkan penjelasan diatas yang diambil dari Wikipedia English tentang VTuber, secara singkatnya itu merupakan seorang creator yang menggunakan avatar baik L2D (Live2D) atau 3D (dari yang murah seperti VRoid hingga dibuat sendiri di Blender/Unity). Sebenarnya ini tidak terbatas dari sebatas creator saja, siapapun yang ingin tampil di publik dapat menggunakan figur avatar baik bergaya VTuber maupun bergaya sesuai preferensi yang kalian mau. Trend ini berawal dari eksperimen yang dilakukan di 2011 lalu ketika Nitroplus selaku perusahan yang berfokus di pengembangan novel visual yang mengunggah konten di YouTube dengan figur yang dibuat dengan 3D yang menampilkan maskot mereka saat itu yakni Super Sonico.
Tren ini mulai populer ketika figur publik bernama Kizuna AI mulai naik daun di Jepang, yang membuat perusahaan agensi bernama Cover Corporation melalui anak perusahaan Hololive dan perusahaan agensi lain bernama Anycolor inc melalui NIJISANJI mereka. Saking populernya, ini pun membuat banyak yang berdiri sebagai independen hingga sekarang.
Bagaimana aku bisa tertarik?
Awalnya aku tertarik mengenai ini karena aku ingin mengetahui tentang tren ini yang memang menarik di sisi popularitas nya, tapi aku juga mau tau dari sisi lain yang jarang orang lihat. Dimulai dari sisi sosial hingga sisi pengembangan baik karakter maupun software yang mereka pakai, aku ada ketertarikan untuk mencari tahu soal itu. Bersama dengan temanku @runachin, aku mencari tahu tentang itu dan menelitinya, dan aku pelan-pelan bergabung ke dalamnya sebagai independen.
Di lihat dari latar belakang aku sebagai software developer, aku melihat belum ada VTuber di Indonesia yang punya latar belakang seperti @HoshinoLina yang punya latar belakang yang sama seperti aku, dan ketika aku debut secara sederhana di tanggal 20 Feb tahun lalu, aku mulai masuk ke universe yang tergolong niche ini, dan aku yang pertama dari Indonesia yang berlatar belakang software developer menjadi VTuber.
Tantangan yang di hadapi
Setelah beberapa hari aku masuk universe tersebut, aku mengamati banyak VTuber di sekitar aku yang aku lihat dari tujuan mereka hingga engagement mereka di social media sentralis yang mungkin sudah aku coba tetapi gagal karena aku minim pengalaman soal ini, tapi ketika aku masuk komunitas yang tepat, akhirnya aku dapat bergaul. Kebanyakan dari VTuber yang aku lihat itu ada tujuan yang mungkin melenceng dari tujuan awal aku masuk kesana, salah satunya yakni menghibur pemirsa. Tujuan aku masuk kesana selain mau meneliti, aku juga mau mengedukasi pemirsa dan berbagi ilmu pengetahuan, yang dimana pada nyatanya SULIT untuk dilaksanakan. Ada beberapa VTuber yang punya lore yang menarik dan terdengar mau mengedukasi, tapi nyatanya mereka tidak menjalankan apa yang mereka rencanakan dan berfokus menghibur pemirsa daripada menjalankan rencana mereka sebelumnya.
Tantangan lain yakni mencari audiens dan mencari VTuber yang punya tujuan yang serupa. Kalau soal audiens, aku hanya menargetkan kepada mereka yang mau mencari ilmu pengetahuan dan mau mencari teman untuk diskusi bersama mengenai bidang yang menarik untuk dibahas. Aku tidak punya tujuan untuk menghibur, karena aku tidak bisa menghibur orang lain.
Masalah lain yang dihadapi
Aku sendiri setelah berbulan-bulan disana dan mencoba melakukan apa yang biasa mereka lakukan (seperti live streaming), aku sebagai individu berkebutuhan khusus merasa sangat sakit ketika aku seperti berusaha untuk melakukan engagement ketika live, ya karena yang menonton kebanyakan yang aku kenal dan sebagian orang yang tertarik saja. Di sisi lain, membuat video rasanya sulit karena keterbatasan pada skill editing video yang aku miliki.
Setelah beberapa bulan aku berjalan, aku memutuskan untuk menjeda (pausing) dan menjadi dormant dahulu dikarenakan kondisi fisik dan mental yang tidak memungkin aku untuk tetap untuk seperti itu. Pada akhirnya, aku kembali mengambil fokus sebagai virtual figure untuk sementara waktu dan mulai aktif di komunitas FOSS (Free and open-source software) yang justru lebih mendukung dan aku jaga jarak pada saat itu.
Sisi baiknya yang di dapat
Dari sisi baik yang aku dapat, aku mendapatkan relasi yang punya tujuan serupa dan juga yang sama-sama paham tentang komputer. VTuber yang aku kenal seperti @Cleonium sangat menarik dan punya tujuan yang serupa, meski aku lihat pemirsa yang tertarik pada kontennya sedikit tapi itu bukan halangan baginya dan berbeda dengan aku yang halangannya dikarenakan sulitnya bergaul dengan yang lain dan sulit menarik perhatian. Aku anggap dia sebagai teman dan aku belajar dari pengalamannya.
Di sisi lain, ada orang yang udah punya pengalaman menjadi VTuber dan berniat untuk kembali jika dia mumpuni, dan dia punya hobi yang sama dengan aku terhadap komputer, aku kenalkan @y2karyl. Dia punya ketertarikan terhadap komputasi dan pemograman, dan juga terhadap perfilman. Aku belajar lebih dari pengalamannya berdasarkan apa yang aku dengar dari percakapannya dan sebagai orang yang punya hobi yang sama, aku tidak merasa sendiri saat aku kenal dia.
Strategi yang perlu penyesuaian
Dari tantangan yang aku hadapi, jika dilihat lagi ya strategi aku yang memang tidak cocok dengan audiens dari Indonesia yang memang jarang sekali yang mau cari ilmu (lebih banyak cari hiburan daripada ilmu untuk membuang penat). Dari sanalah aku berpikir untuk coba menyesuaikan dengan keaktifan aku di komunitas FOSS dengan hal niche ini, yang sebenarnya lebih populer di barat.
Dari sana aku belajar, yakni jangan berkecil hati. Aku lihat VTuber lain seperti Kylo Neko yang punya pendekatan seperti aku tapi diterima oleh netizen disana. Aku lihat lagi, memang hampir nihil jika aku lihat fandom di Indonesia yang punya ketertarikan terhadap itu.
Apakah aku akan berlanjut disana?
Aku menghadapi banyak tantangan dan ujian dari memdalami itu semua, dan aku memutuskan untuk melanjutkan begitu aku sudah kembali sehat baik otak maupun jiwa. Setelah diagnosis di psikolog, aku disarankan untuk membuat konten dengan target pemirsa yang cocok. Aku menargetkan kembali di 2026 dan mungkin aku mau berfokus membuat konten dalam English agar dapat diterima siapa saja baik dalam format podcast (audio) maupun visual (video). Darisana pun aku berencana untuk tetap mempertahan profesi aku yang lain. Mungkin sedikit rebranding bisa membantu.
Bagaimana dengan relasi di komunitas VTuber Indonesia?
Aku memilih untuk jaga jarak dan membuat relasi dengan yang aku kenal dan dapat dipercaya saja disana, dikarenakan aku seperti tidak diterima berada disana. Tapi bukan berarti aku akan bermusuhan, siapapun dapat reach aku dari sana, tapi aku tidak akan berfokus mencari audiens dari orang di Indonesia.
Bagi kalian para VTuber atau fans VTuber yang mau reach aku, boleh periksa biography aku di openSUSE Wiki dan hubungi aku melalui alamat email yang ada disana, reach aku di fediverse (mengingat waktu aku lebih sering disana), atau hubungi aku dari kontak yang aku sediakan disana.
Penutup
Mungkin itu saja yang dapat aku sampaikan di artikel ini. Artikel ini merupakan informasi berisi pengalaman dan opini aku didalamnya, jadi mohon untuk dibaca dahulu dan jika ada yang tidak dimengerti, boleh hubungi aku. Dan mohon untuk tidak membuat artikel ini viral hanya karena pendapat aku yang mungkin bersebelahan, lebih baik hubungi aku dan minta klarifikasi langsung!
Sumber
- Wikipedia English (https://en.wikipedia.org/wiki/VTuber)
- Sumber gambar (https://vchavcha.com/en/vtuber-info/2024-vtuber-recap/)
- Sebagian yang aku tulis murni dari aku pribadi sebagai penulis artikel.