sepucuk pendapat pribadi: siswa, dan sekolah

jika kamu pikir-pikir, keadaan siswa-siswi Indonesia yang kebanyakan tidak dapat menyerap banyak ilmu maupun pengetahuan dari sekolahnya cenderung akan lebih tolol lagi jika pemblokiran wikipedia benar-benar terjadi. kamu lihat:

kurikulum yang tidak jelas, tidak realistis

saat aku pegang kedua buku yang berbeda, satu dari berbasis kurikulum 2013, dan satunya dari kurikulum merdeka, perbedaannya sangat menonjol:

dalam buku kurikulum k13 tersebut, penjelasan materi cenderung lebih luas daripada sebuah tugas per bab. Setiap tugas yang diberikan di dalam buku itu mereferensikan dengan apa yang sudah dijabarkan kepada siswa, Mau itu telah dijelaskan oleh guru maupun tidak, semua jawaban dan pengetahuan dapat didapatkan dari satu buku ini secara otodidak oleh siswa.

perhatikan lampiran 2 halaman ini, lalu simpulkan sendiri: gambar gambar

sedangkan pada buku kurikulum merdeka, penjelasan pada sebuah materi hampir cenderung nihil pada buku mata pelajaran masing-masing. jika tugas-tugas ini dijelaskan oleh guru terlebih dahulu, mungkin masuk akal, namun jika orang tua yang menjelaskan kepada anaknya, maka kenapa siswa harus masuk sekolah dari awal?

kejadian di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan guru cenderung jarang memberikan penjelasan pada jam kelas dan terkadang hanya dijelaskan pada saat les, dan walaupun itu dibantu dengan memperpanjang waktu sekolah siswa yang awalnya dari jam 6 pagi sampai jam 12 (atau 1 siang) menjadi jam 6 pagi (lebih awal) sampai jam 3:45.

masalahnya, begini: – penyampaian materi pada buku-buku ini cenderung kompleks, dan bahkan demikian saat lapangan menunjukkan bahwa di Sekolah Dasar pun memiliki masalah seperti ini. – guru di lapangan yang baru terjun di mata pelajaran ini justru kewalahan dengan kompleksitivitas metode penyampaian materi yang disampaikan. ini seharusnya sudah tidak terjadi di beberapa wilayah, namun hasil di lapangan pun menunjukkan bahwa guru baru pun tetap memiliki masalah serupa. – kebanyakan guru di lapangan cenderung tidak melakukan penjelasan, dan justru memberikan tugas lalu kemudian, begitu saja (keluar dari kelas saat belum istirahat, memberikan siswa jam kosong). – siswa yang tidak mengerti dengan materi yang disampaikan cenderung terjebak dengan materi yang diberikan jika tidak ada semacam les, atau pengajaran di rumah – orang tua terbebankan oleh tugas-tugas anaknya yang dimana seharusnya sudah dijelaskan oleh guru

dan sebenarnya? beberapa sekolah cenderung mengkeep beberapa mata pelajaran agar tetap mengajarkan beberapa dari kurikulum 2013.

kita sudah melihatnya di lapangan, dan konsenkuensinya, bukan main

perhatikan, lalu buka peramban internetmu sendiri: – beberapa murid-murid SMA pun tidak dapat membaca, atau bahkan menghitung aritmatika dasar (tambah, kurang, kali, bagi) yang dimana seharusnya sudah bisa – masih sma, tidak dapat baca jam dinding?? apa kabar dengan gurunya sebelumnya? apakah di lingkungannya tidak pernah ajari cara membaca jam dinding sama sekali??

lalu, begini masalahnya: – jika kita sebut guru-guru molor pada tugasnya di lapangan, sebenarnya ada faktor yang memperjelaskan keadaan guru:

guru kita underpaid. serius.

jika kita lihat keadaan di lapangan, beberapa guru hanya digaji sekitaran 200 ribu ataupun hanya 150 ribu perbulan.

iya. sebanyak uang kas yang kita keluarkan setiap 4 hari.

sebenarnya, beberapa pihak sudah mendesak pemerintah untuk menaikkan gaji guru, namun pemerintah condong ke MBG yang secara bersamaan menyebabkan inflasi harga sembako di beberapa kota beserta tutupnya beberapa UMKM di wilayah sekolah. dan secara bersamaan, gaji guru dipotong di situasi yang bersamaan.

sekarang, sudah lihat kan?


mungkin itu saja dariku.

jika terdapat kesalahan, buatlah pos yang mengkoreksi artikelku ini.

sekian,

seorang mantan siswa yang melihat transisi k13 ke kurikulum merdeka.