sepucuk pendapat pribadi: thinkpad
foto: laptop lamaku
sebelumnya, saat saya sedang mari laptop untuk menggantikan laptop lamaku yang Pentium T4400, gw ketemu juga sama laptop-laptop ThinkPad, terutama di mall-mall di Batam seperti di Nagoya Hill. Setiap ThinkPad yang ada disini berbeda-beda modelnya, namun setelah ku lihat,
sebenarnya tidak ada satupun laptop yang dijual memiliki spek yang kurang nanggung untuk harga yang sama dengan laptop yang aku pakai saat ini.
rata-rata processor yang dipakai di Thinkpad ini berkisaran i3 sampai i5 yang hanya terbatas pada gen dari 6 sampai 10. Itupun dengan RAMnya kadang nanggung juga speknya tak peduli jika ku pakaikan linux ke laptopnya.
pada akhirnya, aku beli MSI Modern 14 C12MO yang memiliki prosesor i3-1215u (alder lake, gen 12), dengan NVME Phison 256 GB & RAM sekitaran 8 GB. Walaupun RAMnya masih nanggung, namun untuk harga dan pilihan yang ada, kira-kira inilah yang cocok untuk kerjaanku yang dimana lagipula, Gw bukan seorang gamer yang sering ngegame berat.
“[brand] punya masalah engsel”
awalnya kenalan kuliahku infokan bahwa laptop MSI condong rentan sama masalah engsel, namun menurutku ini masalah yang sebenarnya biasa di semua laptop jenis engsel verleher 2. Jadi maupun aku beli yang bermerek ASUS vivobook pun, secara durabilitas sama saja.
pemakaian dengan arch linux sudah lebih dari 6 bulan, dan syukurlah masih awet.
kebetulan, ada orang yang beli laptop asus atau thinkpad karena sparepartnya mudah dicari, namun menurutku,
semakin tua umur sebuah laptop, maka semakin langka pula sebuah sparepart untuk bagian-bagian laptopnya. Merek apapun laptop itu, Sparepartnya tetap sulit dijangkau walaupun stoknya banyak.
framework, walau secara desain memang modular, Secara spesifikasi & modal sebenarnya nanggung. Itu pula belum termasuk biaya bea cukai / pajak dll sebagainya yang dikirim antar benua.
jadinya, laptop apapun itu, sebaiknya dijaga sebaik mungkin apapun mereknya. walau sparepartnya ada, kadang ngeservisnya yang bakalan ribet atau justru nanggung sampai di titik dimana lebih waras menabung untuk menggantikan laptop dengan laptop baru.
pokoknya poinku begini: fokus pragmatis dulu. jangan beli gegara gengsi atau branding atau janji-janji segala macem kalau ujung-ujungnya bakalan sama aja kayak hardware lainnya.
sepucuk tips sederhana.
jika ada sebuah model sebelahan yang memiliki spek yang 2x lipat lebih besar dengan harga yang 10% lebih mahal daripada opsi yang kamu kejar, lain kali tabunglah untuk mesin itu.
kadang ada kalanya kamu mungkin awalnya agak terganggu sama dompet yang kering, tapi lama kelamaan hasilnya tidak akan mengecewakan. karena sebenarnya, kadang beli yang kecil lebih mengecewakan dan kandang malah merugikan.